breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Peluang Kerja Setelah Lulus S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan: Arah Karier Perikanan Tangkap
S1 Budidaya Perikanan: Teori atau Praktik Lapangan?
Apakah Bisa Kuliah Sambil Bekerja di Cirebon? Cek Kuliah Ilmu Hukum
Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
Kenali minat sebelum memilih jurusan perikanan lewat pengalaman kerja, data tangkapan, teknologi penangkapan, serta pengelolaan sumber daya ikan berkelanjutan.
Bekerja di bidang perikanan tidak selalu membuat seseorang langsung yakin untuk memilih Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan.
Kamu mungkin sudah terbiasa mencatat hasil tangkapan, memperhatikan jenis ikan, membantu proses penangkapan, atau melihat perubahan kondisi perairan dari waktu ke waktu. Namun, pengalaman tersebut belum tentu langsung menjawab apakah bidang ini memang ingin kamu pelajari lebih dalam.
Minat biasanya terlihat dari rasa ingin tahu.
Ketika melihat hasil tangkapan berubah, apakah kamu hanya mencatat jumlahnya?
Atau kamu mulai bertanya mengapa jumlahnya berbeda, apakah alat tangkap berpengaruh, bagaimana kondisi sumber daya ikan, dan bagaimana kegiatan penangkapan bisa tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan?
Pertanyaan seperti itu dapat menjadi petunjuk awal.
Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan tidak hanya membahas kegiatan menangkap ikan. Bidang ini juga berkaitan dengan teknologi penangkapan, pencatatan hasil, pengelolaan sumber daya, dan pemanfaatan perikanan secara bertanggung jawab.
Untuk mengenali minat, kamu bisa mulai dari pengalaman kerja sendiri, memperhatikan pertanyaan yang sering muncul, lalu mencoba eksplorasi sederhana.
Saat Mencatat Hasil Tangkapan, Apa yang Ingin Kamu Pahami Lebih Jauh?
Bayangkan kamu sedang melihat data hasil tangkapan.
Pada satu periode hasilnya cukup tinggi. Pada periode lain jumlahnya menurun.
Bagi sebagian orang, data tersebut cukup untuk dicatat.
Namun, ada juga yang mulai bertanya:
Mengapa hasil tangkapan berubah?
Apakah kondisi perairan memengaruhinya?
Apakah jenis alat tangkap berpengaruh?
Apakah lokasi penangkapan menentukan hasil?
Bagaimana mengetahui apakah sumber daya ikan masih dimanfaatkan secara wajar?
Pertanyaan seperti ini dekat dengan cara berpikir dalam bidang Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan.
Kamu tidak hanya melihat ikan sebagai hasil tangkapan, tetapi mulai melihat hubungan antara alat, teknik, lingkungan, hasil, dan keberlanjutan sumber daya.
Jika pertanyaan seperti itu membuatmu ingin mencari penjelasan lebih lanjut, ada minat yang layak dieksplorasi.
Baca juga: Kenali Program S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan UNU Cirebon
Gunakan Rutinitas Kerja untuk Mengenali Minat Perikanan
Pengalaman kerja dapat menjadi sumber refleksi yang sangat berguna.
Coba ingat beberapa aktivitas yang pernah kamu lakukan di bidang perikanan.
Kemudian kelompokkan menjadi tiga bagian.
Pertama, aktivitas yang membuatmu penasaran.
Misalnya, membandingkan hasil tangkapan, memperhatikan kondisi perairan, melihat penggunaan alat tangkap, atau memikirkan mengapa hasil di satu lokasi berbeda dengan lokasi lain.
Kedua, aktivitas yang dilakukan karena memang merupakan bagian dari pekerjaan.
Kamu bisa melakukannya, tetapi setelah pekerjaan selesai tidak ada keinginan untuk memahaminya lebih jauh.
Ketiga, aktivitas yang masih membuatmu berpikir setelah pekerjaan selesai.
Misalnya, kamu tetap penasaran mengapa hasil tangkapan turun.
Kamu ingin mengetahui apakah alat tertentu lebih sesuai.
Atau kamu bertanya bagaimana kegiatan penangkapan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya.
Bagian ketiga inilah yang perlu diperhatikan.
Minat sering kali terlihat dari pertanyaan yang terus muncul meskipun tugas sudah selesai.
Jangan Hanya Melihat Minat dari Pengalaman Menangkap Ikan
Seseorang tidak harus memiliki pengalaman panjang di laut untuk mulai tertarik pada bidang ini.
Minat dapat muncul dari berbagai sisi.
Ada yang tertarik pada teknologi penangkapan.
Ada yang penasaran dengan data hasil tangkapan.
Ada yang tertarik pada kondisi sumber daya ikan.
Ada juga yang ingin memahami bagaimana kegiatan perikanan dapat berjalan secara lebih bertanggung jawab.
Karena itu, jangan hanya bertanya:
“Apakah saya sudah berpengalaman menangkap ikan?”
Coba ubah pertanyaannya menjadi:
“Bagian dari proses pemanfaatan sumber daya perikanan apa yang paling ingin saya pahami?”
Jawabannya bisa berbeda untuk setiap orang.
Yang penting adalah melihat apakah ada rasa ingin tahu yang ingin terus dikembangkan.
Coba Telaah Contoh Data Tangkapan
Ada latihan sederhana yang bisa kamu gunakan untuk mengeksplorasi minat.
Cari contoh data tangkapan dari bahan pendidikan atau contoh simulasi sederhana.
Misalnya terdapat informasi:
Jenis ikan.
Jumlah tangkapan.
Waktu penangkapan.
Lokasi.
Alat yang digunakan.
Setelah melihat data tersebut, jangan langsung mencari kesimpulan.
Tuliskan pertanyaan yang muncul.
Apakah hasil berbeda antar waktu?
Apakah alat yang digunakan mungkin memengaruhi hasil?
Apakah jenis ikan tertentu lebih banyak ditemukan di lokasi tertentu?
Bagaimana jika hasil terus menurun?
Apa yang perlu diperhatikan agar sumber daya tetap tersedia?
Tidak masalah jika kamu belum tahu jawabannya.
Tujuan latihan ini justru untuk melihat apakah proses membaca data, membandingkan hasil, dan mencari hubungan antar faktor terasa menarik bagimu.
Jika iya, ada dasar rasa ingin tahu yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Dari Mencatat Hasil Menuju Memahami Pola
Dalam pekerjaan sehari-hari, pencatatan hasil mungkin terasa seperti tugas rutin.
Jumlah ikan dicatat.
Jenisnya dicatat.
Lokasi dicatat.
Waktu dicatat.
Namun, data tersebut sebenarnya dapat menjadi pintu masuk untuk memahami pola.
Apakah jumlah tangkapan berubah?
Apakah perubahan terjadi pada jenis tertentu?
Apakah ada perbedaan antar lokasi?
Apakah musim memengaruhi hasil?
Ketika seseorang mulai tertarik membaca pola tersebut, ia tidak lagi hanya menjalankan pencatatan.
Ia mulai menggunakan informasi untuk memahami kondisi.
Cara berpikir seperti ini penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan.
Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan
Setelah melakukan beberapa refleksi, lihat pola pertanyaanmu.
Jika kamu tertarik pada alat dan cara penangkapan, kamu dapat mulai mengeksplorasi dasar teknologi penangkapan.
Jika kamu tertarik pada data hasil, perubahan jumlah, atau pola tangkapan, kamu dapat mendalami pencatatan dan analisis hasil.
Jika kamu lebih banyak bertanya mengenai keberlanjutan sumber daya, kamu dapat mulai mengenal pengelolaan sumber daya ikan.
Program S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan mempelajari penangkapan, pengelolaan, teknologi, dan keberlanjutan sumber daya ikan.
Artinya, mahasiswa tidak hanya melihat kegiatan perikanan dari hasil akhir.
Mereka juga belajar memahami proses, teknologi, pemanfaatan, dan pengelolaan sumber daya secara lebih terstruktur.
Baca juga: Pelajari S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan UNU Cirebon
Buat Peta Minat dari Pengalaman Kerjamu
Agar refleksi lebih konkret, kamu bisa membuat peta sederhana dengan format:
Pengalaman → Pertanyaan → Bidang yang ingin dipelajari
Contohnya:
Pengalaman: sering mencatat hasil tangkapan.
Pertanyaan: mengapa hasil berubah dari waktu ke waktu?
Bidang yang ingin dipelajari: pencatatan hasil dan kondisi sumber daya.
Contoh lainnya:
Pengalaman: menggunakan atau melihat beberapa jenis alat tangkap.
Pertanyaan: bagaimana perbedaan alat memengaruhi hasil dan jenis tangkapan?
Bidang yang ingin dipelajari: teknologi penangkapan.
Atau:
Pengalaman: melihat hasil tangkapan menurun dalam periode tertentu.
Pertanyaan: bagaimana mengetahui apakah pemanfaatan sumber daya masih berkelanjutan?
Bidang yang ingin dipelajari: pengelolaan sumber daya ikan.
Satu atau dua pertanyaan yang benar-benar membuatmu penasaran sudah cukup menjadi awal eksplorasi.
Minat Bisa Muncul dari Perubahan Hasil Tangkapan
Tidak semua minat muncul karena aktivitas terasa menyenangkan.
Kadang justru muncul karena ada perubahan yang sulit dipahami.
Misalnya:
“Kenapa hasil tangkapan tahun ini berbeda?”
“Kenapa ukuran ikan yang didapat berubah?”
“Kenapa di lokasi tertentu hasilnya menurun?”
“Apakah alat yang dipakai berpengaruh?”
“Bagaimana supaya kegiatan penangkapan tetap berjalan tanpa membuat sumber daya cepat berkurang?”
Pertanyaan seperti ini dapat mengarahkan seseorang dari pengalaman sehari-hari menuju cara berpikir yang lebih sistematis.
Kamu mulai mencoba mencari hubungan.
Membandingkan kondisi.
Melihat pola.
Dan mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Dari Pekerja Perikanan Menuju Pemanfaatan Sumber Daya yang Lebih Bertanggung Jawab
Pengalaman lapangan memberikan banyak pengetahuan praktis.
Kamu tahu bagaimana kondisi kerja sebenarnya.
Kamu mengenal perubahan hasil.
Kamu mungkin sudah memahami kebiasaan penggunaan alat.
Kamu juga melihat langsung bagaimana sumber daya dimanfaatkan.
Namun, semakin berkembang tanggung jawab, semakin penting juga kemampuan melihat gambaran yang lebih luas.
Bukan hanya berapa banyak ikan yang bisa ditangkap.
Tetapi bagaimana teknologi digunakan.
Bagaimana hasil dicatat.
Bagaimana sumber daya dipantau.
Dan bagaimana kegiatan pemanfaatan tetap mempertimbangkan keberlanjutan.
Pendidikan dapat membantu mempertemukan pengalaman praktis tersebut dengan dasar ilmu dan cara analisis yang lebih terstruktur.
Kenali S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Kelas Karyawan UNU Cirebon
Jika setelah melakukan eksplorasi kamu semakin tertarik pada teknologi penangkapan, hasil tangkapan, dan pengelolaan sumber daya ikan, kamu dapat mulai melihat pendidikan formal.
Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon atau UNU Cirebon memiliki Program S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Kelas Karyawan (P2K).
Program ini mempelajari penangkapan, pengelolaan, teknologi, dan keberlanjutan sumber daya ikan. Gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program adalah Sarjana Perikanan (S.Pi.).
Institusi UNU Cirebon tercatat memiliki akreditasi Baik Sekali, sedangkan Program Studi S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan tercatat berakreditasi Baik.
Perkuliahan menggunakan metode Hybrid Learning.
Jadwal kelas yang tercantum adalah:
Senin: 18.00–21.00
Selasa: 18.00–21.00
Rabu: 18.00–21.00
Sabtu: 18.00–21.00
Pilihan waktu tersebut memberi ruang bagi pekerja untuk tetap menjalankan aktivitas profesional sambil melanjutkan pendidikan.
Untuk pembiayaan, tercantum biaya formulir Rp100.000 dan biaya herregistrasi Rp499.000.
Total biaya awal dalam simulasi adalah Rp599.000. Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp515.000 per bulan.
Baca juga: Informasi S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan UNU Cirebon
Informasi kampus secara umum juga dapat dilihat melalui website UNU Cirebon.
Mulai dari Satu Data Tangkapan yang Membuatmu Penasaran
Mengenali minat sebelum memilih Jurusan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan tidak harus dimulai dari keputusan besar.
Mulailah dari satu pengalaman.
Pilih satu data atau kejadian yang pernah membuatmu bertanya.
Apakah hasil tangkapan berubah?
Apakah jenis ikan berbeda?
Apakah alat tertentu memberikan hasil berbeda?
Apakah ada tanda perubahan kondisi sumber daya?
Lalu pilih satu pertanyaan untuk dipelajari.
Jika kamu menikmati proses memahami hubungan antara alat, hasil, kondisi sumber daya, dan keberlanjutan, rasa ingin tahu tersebut layak dikembangkan.
Pengalaman kerja yang sudah kamu miliki menjadi titik awal.
Pendidikan dapat membantu mengubah pengalaman tersebut menjadi pemahaman yang lebih terstruktur tentang bagaimana sumber daya perikanan dimanfaatkan dan dikelola secara bertanggung jawab.
Pelajari S1 Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan di UNU Cirebon, lalu pilih bagian dari pengalaman kerjamu yang paling ingin kamu pahami lebih dalam.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus UNU CIREBON • Jl. Sisingamangaraja No. 33, Lemahwungkuk, Panjunan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. All rights reserved.
UNU CIREBON